CV. Almega Karya Jaya (Tim Bangun Rumah Jakarta) saat ini membutuhkan tenaga sarjana (S1) teknik sipil untuk ditempatkan di Jakarta. Berikut kualifikasi yang dibutuhkan:
- Pria usia max. 27 thn.
- Memiliki kendaraan sendiri (motor), bisa mengemudikan mobil (SIM A).
- Lulusan teknik sipil dengan IPK >2,8.
- Menguasai pembuatan RAB (Rancangan Anggaran Biaya).
- Paham menggunakan software AutoCAD, Sketchup.
- Lebih disukai yang tinggal di area Jakarta Barat.
- Jujur, siap bekerja keras dan mampu bekerja di bawah tekanan.
Lamaran harap dikirim ke:
HRD Almega Karya Jaya
Taman Semanan indah Blok C3/1, Jakarta Barat 11850
atau email ke: info@bangunrumah.co.id. Cantumkan juga salary yang diinginkan.
Sebal melihat retak pada tembok rumah Anda? Kuatir dengan struktur rumah Anda karena melihat retakan pada tembok? Artikel ini akan membahas mengenai retak pada tembok rumah yang sering terjadi, penyebabnya dan pencegahannya berdasarkan pengalaman Tim Bangun Rumah di lapangan selama ini.
Retak pada tembok rumah penyebabnya bisa dibedakan menjadi dua, yaitu retak rambut dan retak struktur. Retak rambut pada tembok rumah biasanya disebabkan karena penggunaan semen biasa (portland cement) sebagai aciannya bukannya menggunakan acian khusus untuk tembok. Kemudian retak rambut pada tembok rumah bisa juga disebabkan karena material dinding yang digunakan (bata merah atau batako) belum benar-benar kering namun sudah langsung di plester dan di aci. Biasanya ini terjadi karena jadwal proyek yang “mepet”, oleh karena itu sebenarnya disarankan agar diberikan waktu pengerjaan yang cukup agar dicapai hasil yang maksimal. Batako, khususnya yang di produksi secara home industry biasanya mutunya kurang bagus dan saat dikirim ke lokasi proyek biasanya belum kering atau “matang” sehingga bila dipasang langsung dan tidak lama kemudian di plester dan di aci, biasanya sekitar 2-3 bulan setelah proyek selesai maka akan timbul retak-retak rambut, namun tidak berbahaya secara struktural. Continue reading “Retak Pada Tembok Rumah” »
Kusen pintu biasanya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari bangunan rumah tinggal. Kusen untuk pintu saat sekarang ini bisa terbuat dari beberapa macam bahan, seperti kusen yang terbuat dari kayu (dengan berbagai macam jenis kayu dan finishing-nya), kusen alumunium, dan kusen dengan bahan U-PVC. Harganya pun bervariasi tergantung jenis kusen yang dipilih, namun terlepas dari harganya, kusen pintu merupakan elemen biaya yang selalu ada dalam RAB (Rancangan Anggaran Biaya) proyek rumah tinggal.
Namun dalam beberapa proyek yang Tim Bangun Rumah kerjakan, kami mulai ‘mengakali’ nya agar bisa lebih hemat dalam membangunnya khususnya bagi klien-klien rumah murah kami. Caranya adalah kami mengganti kusen pintu ini dengan profil alumunium yang fungsinya sebagai stopper pintu dan agar pintu terlihat rapat pada saat di tutup. Engsel yang digunakan adalah engsel pivot yang banyak dijual bebas di toko-toko material. Continue reading “Rumah Tanpa Kusen Pintu” »
Salah satu area dalam rumah yang sangat private adalah area kamar mandi, khususnya kamar mandi utama (main bathroom). Saat saya dan istri saya mendesain kamar mandi utama rumah kami, kami ingin kamar mandi dengan nuansa villa di Bali seperti saat kami honeymoon dulu. Pemilihan desain kamar mandi dengan nuansa villa ini didasarkan beberapa pertimbangan, seperti kami kuatir bila menggunakan keramik suatu saat nanti model keramiknya akan ketinggalan jaman (sudah gak up to date lagi), kemudian penggunaan keramik sepertinya kurang cocok dengan desain rumah kami yang cenderung mengekspos material, terlebih lantai area shower kamar mandi utama kami inginnya menggunakan deck kayu agar tidak terasa dingin. Continue reading “Kamar Mandi Kecil Dengan Nuansa Villa” »
Menggunakan jasa kontraktor atau pemborong yang profesional sering sekali dianggap mahal bagi banyak orang, belum lagi bila kebetulan mendapatkan pemborong yang memang “nakal”. Dalam banyak email atau telpon yang saya terima, beberapa berkonsultasi ingin merenovasi atau membangun rumahnya namun memiliki kendala dana yang “pas-pasan” malah cenderung tidak cukup. Dalam beberapa kasus saya “terpaksa” menyarankan membangun sendiri atau mempercayakan kepada mandor saja sebagai pelaksananya.
Namun, saat liburan kemarin saya mendapatkan telpon dari seorang ibu yang baru saja selesai merenovasi rumahnya dengan menggunakan jasa tukang/mandor, dan beliau ingin berkonsultasi mengenai struktur rumahnya yang ternyata dibangun tidak dengan standar yang aman (menurut dia). Untuk kolom hanya menggunakan besi 10 sebagai tulangan utama dengan besi 8 sebagai sengkangnya, pondasinya hanya menggunakan pondasi batu kali saja. Padahal renovasi rumah beliau adalah menambah jumlah lantai menjadi 2 lantai dengan mengecor dag beton. Karena informasi nya yang menurut saya kurang jelas (mungkin bahasa awam dengan bahasa “orang teknik sipil” agak beda) saya sarankan untuk mengirimkan email kepada saya, beserta daftar pertanyaan dan foto2 rumahnya, yang masih saya tunggu sampai sekarang. Continue reading “Menggunakan Jasa Mandor” »